Cisco 19 Juli 2026

Konfigurasi Static Routing

Panduan lab konfigurasi Static Routing pada topologi 3 router (R1 terhubung ke R2 dan R3, tanpa koneksi R2-R3), lengkap dengan verifikasi tabel routing dan pengujian antar-loopback.

Pendahuluan

Pada lab sebelumnya, kita telah mengkonfigurasi IP Address pada interface fisik dan Loopback Interface di masing-masing router. Namun, router secara alami hanya mengetahui jaringan yang terhubung langsung (directly connected).

Agar R2 dapat berkomunikasi dengan R3 (atau antar-loopback yang berada di luar jangkauan langsung), kita harus menambahkan rute secara manual menggunakan Static Routing.


Konsep Dasar Static Routing & Sintaks

Static Routing adalah metode pengisian tabel routing secara manual oleh administrator jaringan.

Sintaks Utama ip route:

Router(config)# ip route [network-tujuan] [subnet-mask] [next-hop-ip | exit-interface]
  • network-tujuan: IP Network/Subnet yang ingin dijangkau.
  • subnet-mask: Subnet mask dari network tujuan.
  • next-hop-ip: Alamat IP milik router tetangga yang menjadi pintu masuk ke tujuan.

Administrative Distance (AD)

Static Route memiliki nilai AD = 1. Karena nilainya sangat kecil, rute statis sangat dipercaya oleh router dibandingkan protokol routing dinamis seperti OSPF (110) atau EIGRP (90).


Topologi Lab

Pada lab ini, R1 bertindak sebagai hub/penghubung tengah. R2 dan R3 tidak terhubung langsung satu sama lain.


Tabel Pengalamatan IP (Fisik & Loopback)

Berikut adalah tabel gabungan IP Address untuk seluruh interface fisik dan loopback pada topologi:

Device Interface IP Address Subnet Mask Keterangan
R1 FastEthernet0/0 10.12.0.1 255.255.255.252 Terhubung ke R2
R1 FastEthernet0/1 10.13.0.1 255.255.255.252 Terhubung ke R3
R1 Loopback1 1.1.1.1 255.255.255.255 Virtual Interface R1
R2 FastEthernet0/0 10.12.0.2 255.255.255.252 Terhubung ke R1
R2 Loopback2 2.2.2.2 255.255.255.255 Virtual Interface R2
R3 FastEthernet0/0 10.13.0.2 255.255.255.252 Terhubung ke R1
R3 Loopback3 3.3.3.3 255.255.255.255 Virtual Interface R3

Konfigurasi Static Routing

1. Konfigurasi R1

R1 terhubung langsung ke R2 dan R3, sehingga R1 hanya perlu ditambahkan rute menuju Loopback R2 dan Loopback R3:

R1> enable
R1# configure terminal

! Rute menuju Loopback R2
R1(config)# ip route 2.2.2.2 255.255.255.255 10.12.0.2

! Rute menuju Loopback R3
R1(config)# ip route 3.3.3.3 255.255.255.255 10.13.0.2

R1(config)# end
R1# write memory

2. Konfigurasi R2

R2 perlu tahu cara mencapai Loopback R1, Loopback R3, serta subnet link R1-R3 (10.13.0.0/30). Semua paket dikirimkan melalui next-hop R1 (10.12.0.1):

R2> enable
R2# configure terminal

! Rute menuju Loopback R1
R2(config)# ip route 1.1.1.1 255.255.255.255 10.12.0.1

! Rute menuju Loopback R3 (dikirim lewat R1)
R2(config)# ip route 3.3.3.3 255.255.255.255 10.12.0.1

! Rute menuju Subnet Link R1-R3
R2(config)# ip route 10.13.0.0 255.255.255.252 10.12.0.1

R2(config)# end
R2# write memory

3. Konfigurasi R3

R3 perlu tahu cara mencapai Loopback R1, Loopback R2, serta subnet link R1-R2 (10.12.0.0/30). Semua paket dikirimkan melalui next-hop R1 (10.13.0.1):

R3> enable
R3# configure terminal

! Rute menuju Loopback R1
R3(config)# ip route 1.1.1.1 255.255.255.255 10.13.0.1

! Rute menuju Loopback R2 (dikirim lewat R1)
R3(config)# ip route 2.2.2.2 255.255.255.255 10.13.0.1

! Rute menuju Subnet Link R1-R2
R3(config)# ip route 10.12.0.0 255.255.255.252 10.13.0.1

R3(config)# end
R3# write memory

Verifikasi & Pengujian

1. Cek Tabel Routing

Periksa entri static route pada R2:

R2# show ip route static

Output R2:

S    1.1.1.1 [1/0] via 10.12.0.1
S    3.3.3.3 [1/0] via 10.12.0.1
S    10.13.0.0/30 [1/0] via 10.12.0.1

2. Pengujian Ping Antar-Loopback (R2 ke R3)

Uji konektivitas dari Loopback2 (R2) menuju Loopback3 (R3):

R2# ping 3.3.3.3 source Loopback2

Output:

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 3.3.3.3, timeout is 2 seconds:
Packet sent with a source address of 2.2.2.2 
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5)

3. Melacak Jalur (Traceroute)

Melacak jalur dari R2 menuju R3 untuk memastikan paket melompati R1:

R2# traceroute 3.3.3.3

Output:

Type escape sequence to abort.
Tracing the route to 3.3.3.3

  1 10.12.0.1 2 msec 2 msec 2 msec
  2 10.13.0.2 4 msec 2 msec 3 msec

(Paket dari R2 melewati R1 [10.12.0.1] terlebih dahulu sebelum sampai ke R3 [10.13.0.2])


Ringkasan Perintah

Perintah Fungsi
ip route [net] [mask] [next-hop] Menambahkan entri static route ke tabel routing
show ip route static Menampilkan khusus daftar static route
ping [ip] source [interface] Tes ping dengan menentukan IP sumber pengirim
traceroute [ip] Menelusuri rantai hop/router yang dilalui paket

Artikel ini membantu Anda?

Konten ini dibuat dan dirawat secara mandiri. Dukungan Anda membantu server dan pengembangan tutorial baru tetap berjalan.

Dukung Konten Ini di Trakteer

Ditulis oleh: angga