Mikrotik 24 Juli 2026

Akses Awal ke MikroTik RouterOS (Winbox, WebFig, CLI)

Belajar tiga cara mengakses MikroTik RouterOS — Winbox, WebFig, dan CLI — lengkap dengan konfigurasi dasar mengganti Router Identity dan IP Address interface.

Pendahuluan

Sebelum masuk ke konfigurasi jaringan yang lebih kompleks, hal pertama yang wajib dikuasai adalah cara mengakses perangkat MikroTik. Berbeda dengan Cisco yang sebagian besar dikonfigurasi lewat CLI (command line), MikroTik menyediakan beberapa cara akses: Winbox (aplikasi khusus berbasis GUI), WebFig (akses lewat browser), dan CLI (command line, bisa lewat Winbox terminal atau kabel serial/console).

Pada lab ini, kita akan berkenalan dengan ketiga cara akses tersebut, lalu melakukan konfigurasi paling dasar: mengganti Router Identity (hostname) dan mengatur IP Address pada interface.

Alat yang Dibutuhkan

  • MikroTik RouterOS — bisa berupa RouterBoard fisik, atau CHR (Cloud Hosted Router) yang dijalankan di GNS3
  • Aplikasi Winbox (download di mikrotik.com/download)
  • 1 unit PC/Laptop
  • Kabel LAN (jika menggunakan perangkat fisik) atau koneksi virtual (jika menggunakan CHR di GNS3)

Catatan: Jika Anda menggunakan CHR di GNS3, semua langkah tetap sama — hanya cara akses awalnya lewat console GNS3 dulu untuk memastikan interface aktif, baru kemudian Winbox bisa digunakan.

Topologi

topologi-lab-1

MikroTik secara default (out-of-the-box, belum pernah di-reset) sudah memiliki konfigurasi bawaan pada ether2-ether5 (biasanya sudah ada DHCP server aktif dan IP 192.168.88.1/24), sehingga laptop yang terhubung akan otomatis mendapat IP.

Langkah Konfigurasi

1. Mengakses MikroTik via Winbox

  1. Buka aplikasi Winbox
  2. Pada kolom Connect To, klik ikon [...] untuk melihat daftar perangkat MikroTik yang terdeteksi di jaringan (fitur Neighbor Discovery)

Tampilan awal Winbox Loader dengan daftar perangkat MikroTik yang terdeteksi lewat Neighbor Discovery (tab Neighbors), lengkap dengan MAC Address, IP Address, dan Identity.

  1. Pilih MAC Address perangkat yang muncul (lebih disarankan menggunakan MAC Address dibanding IP Address, karena tetap bisa connect meskipun IP belum diketahui/berubah)
  2. Username default: admin, Password: kosongkan (untuk RouterOS versi lama) atau sesuai yang tertera di stiker perangkat (untuk RouterOS versi baru biasanya wajib set password saat login pertama)
  3. Klik Connect

Form login Winbox dengan kolom Connect To (MAC Address terisi otomatis), Login, dan Password sebelum menekan tombol Connect.

2. Mengakses MikroTik via WebFig

Berbeda dengan Winbox yang bisa connect langsung lewat MAC Address meskipun IP berbeda segmen, WebFig murni berjalan lewat browser sehingga PC/Laptop wajib berada dalam satu subnet/segment dengan MikroTik terlebih dahulu.

  1. Set IP Address pada PC/Laptop secara manual agar satu segmen dengan MikroTik, contoh jika IP MikroTik 192.168.88.1/24, maka set IP PC menjadi 192.168.88.2/24 (atau biarkan dapat IP otomatis dari DHCP Server bawaan MikroTik jika belum direset)
  2. Buka browser
  3. Ketik IP address MikroTik pada address bar, contoh: http://192.168.88.1
  4. Login dengan username dan password yang sama seperti Winbox
  5. WebFig akan menampilkan tampilan menu yang mirip dengan Winbox, namun berjalan langsung di browser tanpa install aplikasi tambahan

WebFig Dashboard

Tampilan dashboard WebFig setelah login berhasil melalui browser, menampilkan menu-menu konfigurasi yang serupa dengan Winbox.

Catatan: Jika PC tidak berada dalam satu segmen dengan MikroTik, browser tidak akan bisa menjangkau IP tersebut sama sekali (request timeout). Ini beda karakteristik dengan Winbox yang memanfaatkan Layer 2 (MAC Address) untuk discovery, sehingga tetap bisa connect walau IP belum diatur.

3. Mengakses MikroTik via CLI (Terminal)

  1. Pada Winbox, klik menu New Terminal di sebelah kiri
  2. Akan muncul jendela CLI mirip terminal Cisco
  3. Coba jalankan perintah dasar:
[admin@MikroTik] > /system identity print
[admin@MikroTik] > /interface print
[admin@MikroTik] > /ip address print

 

Tips: Struktur perintah MikroTik berbentuk hierarki path, contoh /ip address print artinya masuk ke kategori ip, lalu sub-kategori address, lalu jalankan aksi print. Konsep ini mirip seperti berpindah folder di Linux.

4. Mengganti Router Identity (Hostname)

Secara default, hostname MikroTik adalah MikroTik. Ganti dengan nama yang lebih deskriptif, misalnya R1.

Lewat CLI:

[admin@MikroTik] > /system identity set name=R1

Lewat Winbox (GUI):
Menu System > Identity, isi kolom Name dengan R1, klik Apply.

Verifikasi:

[admin@R1] > /system identity print

5. Mengatur IP Address pada Interface

Misalnya kita ingin menambahkan IP Address 10.10.10.1/24 pada ether2.

Lewat CLI:

[admin@R1] > /ip address add address=10.10.10.1/24 interface=ether2

Lewat Winbox (GUI):
Menu IP > Addresses, klik tanda + (Add), isi:

  • Address: 10.10.10.1/24
  • Interface: ether2

Klik Apply lalu OK.

6. Verifikasi Interface & IP Address

[admin@R1] > /interface print
[admin@R1] > /ip address print

Pastikan interface ether2 berstatus R (Running) dan IP Address 10.10.10.1/24 sudah muncul pada ether2.

Penutup

Pada lab ini kita sudah belajar tiga cara mengakses MikroTik RouterOS (Winbox, WebFig, CLI), mengganti Router Identity, serta mengatur IP Address pada interface. Kemampuan dasar ini akan menjadi fondasi untuk konfigurasi-konfigurasi selanjutnya.

Artikel ini membantu Anda?

Konten ini dibuat dan dirawat secara mandiri. Dukungan Anda membantu server dan pengembangan tutorial baru tetap berjalan.

Dukung Konten Ini di Trakteer

Ditulis oleh: angga