Cisco 16 Juli 2026

Konfigurasi Dasar Cisco Router

Panduan lab ketiga — konfigurasi dasar router Cisco dari nol mulai dari hostname, keamanan, IP address, hingga pengujian konektivitas.

 

Pendahuluan

Di Lab 1 dan Lab 2 kita sudah mengenal perintah show dan memahami hierarki Command Mode. Sekarang saatnya praktik konfigurasi pertama — membangun router dari kondisi kosong sampai bisa saling terhubung.

Di lab ini kita akan mengkonfigurasi dua router secara lengkap: ganti nama, pasang keamanan dasar, set waktu, pasang IP address di setiap interface, lalu uji konektivitas antar perangkat.


Topologi Lab


Tabel Pengalamatan IP

Device Interface IP Address Subnet Mask Gateway
R1 Fa0/0 192.168.1.1 255.255.255.0
R1 Fa0/1 10.0.0.1 255.255.255.252
R2 Fa0/0 10.0.0.2 255.255.255.252
R2 Fa0/1 192.168.2.1 255.255.255.0
PC1 NIC 192.168.1.10 255.255.255.0 192.168.1.1
PC2 NIC 192.168.2.10 255.255.255.0 192.168.2.1

Persiapan — Mulai dari Kondisi Bersih

Supaya semua siswa mulai dari kondisi yang sama, kita reset dulu konfigurasi router sebelum memulai. Lakukan ini di R1 dan R2:

Router> enable
Router# erase startup-config

Akan muncul konfirmasi:

Erasing the nvram filesystem will remove all configuration files!
Continue? [confirm]

Tekan Enter untuk konfirmasi, lalu reload router:

Router# reload

Kalau muncul pertanyaan Save modified IOS configuration? [yes/no], ketik no lalu Enter.

Setelah router selesai booting, akan muncul prompt kosong:

Router>
💡 erase startup-config menghapus konfigurasi yang tersimpan di NVRAM. Setelah reload, router kembali seperti kondisi baru keluar dari dus.

Konfigurasi R1

Semua langkah berikut dikerjakan di R1. Setelah selesai, kita kerjakan hal yang sama di R2 dengan penyesuaian.

Langkah 1 — Masuk ke Mode Konfigurasi

Router> enable
Router# configure terminal
Router(config)#

Langkah 2 — Ganti Hostname

Hostname adalah nama yang tampil di prompt CLI. Mengganti hostname penting supaya saat bekerja dengan banyak router tidak bingung sedang berada di perangkat mana.

Router(config)# hostname R1
R1(config)#
Perhatikan — setelah perintah ini dijalankan, prompt langsung berubah dari Router(config)# menjadi R1(config)#.

Langkah 3 — Disable DNS Lookup

Secara default, kalau kamu salah ketik perintah, Cisco IOS akan mencoba menterjemahkannya sebagai nama domain dan menunggu response dari DNS server — prosesnya bisa memakan waktu hingga 30 detik sebelum muncul error.

Perintah berikut mematikan fitur itu supaya error langsung muncul:

R1(config)# no ip domain-lookup

Contoh tanpa perintah ini (menyebalkan):

R1# shwo version
Translating "shwo"...domain server (255.255.255.255)
% Unknown command or computer name, or unable to find computer address

Setelah no ip domain-lookup (langsung error):

R1# shwo version
% Unknown command: "shwo version"

Langkah 4 — Set Enable Secret

enable secret adalah password yang diminta saat seseorang mencoba masuk ke Privileged EXEC mode (Router#). Tanpa ini, siapapun yang punya akses fisik ke router bisa langsung masuk ke mode konfigurasi.

R1(config)# enable secret cisco123
⚠️ enable secret menyimpan password dalam bentuk terenkripsi di konfigurasi. Berbeda dengan enable password yang menyimpan dalam bentuk teks biasa — selalu gunakan enable secret.

Uji coba: Setelah ini, kalau keluar ke User EXEC lalu ketik enable, akan diminta password:

R1> enable
Password: (ketik cisco123, tidak akan tampil di layar)
R1#

Langkah 5 — Set Password Console

Password console melindungi akses fisik ke router melalui kabel console. Tanpa ini, siapapun yang mencolokkan kabel console bisa langsung masuk tanpa password.

R1(config)# line console 0
R1(config-line)# password cisco
R1(config-line)# login
R1(config-line)# exit
login wajib diketik — tanpa perintah ini, password yang sudah dipasang tidak akan diminta saat login.

Langkah 6 — Set Banner MOTD

Banner MOTD (Message of the Day) adalah pesan yang muncul sebelum prompt login — biasanya berisi peringatan bahwa perangkat hanya boleh diakses oleh pihak yang berwenang.

R1(config)# banner motd # Peringatan: Akses tidak sah dilarang! #

Karakter # di awal dan akhir adalah delimiter — penanda awal dan akhir pesan. Bisa diganti karakter lain selama tidak ada di dalam teks pesan.

Contoh banner yang muncul saat login:

Peringatan: Akses tidak sah dilarang!

User Access Verification
Password:

Langkah 7 — Set Waktu Router

Waktu yang akurat penting untuk logging dan troubleshooting — supaya catatan event punya timestamp yang benar.

R1# clock set 08:00:00 18 July 2026
Perintah clock set dijalankan di Privileged EXEC mode (R1#), bukan di dalam configure terminal. Ketik end dulu kalau masih di dalam config mode.

Verifikasi:

R1# show clock
08:00:04.312 UTC Sat Jul 18 2026
Tanda * di awal output show clock menandakan waktu belum disinkronisasi ke NTP. Untuk lab ini tidak masalah — yang penting waktunya sudah disetel.

Langkah 8 — Konfigurasi IP Address Interface

Sekarang kita pasang IP address di setiap interface R1 sesuai tabel pengalamatan.

Interface Fa0/0 (menuju PC1):

R1(config)# interface FastEthernet0/0
R1(config-if)# ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
R1(config-if)# no shutdown
R1(config-if)# exit

Interface Fa0/1 (menuju R2):

R1(config)# interface FastEthernet0/1
R1(config-if)# ip address 10.0.0.1 255.255.255.252
R1(config-if)# no shutdown
R1(config-if)# exit

Setelah no shutdown, akan muncul notifikasi bahwa interface sudah aktif:

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up
Notifikasi ini normal — artinya interface berhasil aktif dan terdeteksi koneksi.

Langkah 9 — Simpan Konfigurasi

Semua konfigurasi yang sudah dibuat saat ini hanya ada di RAM (running-config). Kalau router mati atau direstart sebelum disimpan, semua konfigurasi hilang.

R1# write memory

Atau alternatifnya:

R1# copy running-config startup-config

Output konfirmasi:

Building configuration...
[OK]
write memory menyimpan running-config ke NVRAM sebagai startup-config — konfigurasi yang akan di-load otomatis saat router dinyalakan kembali.

Konfigurasi R2

Kerjakan langkah yang sama di R2 dengan penyesuaian IP address sesuai tabel.

Router> enable
Router# configure terminal

Router(config)# hostname R2
R2(config)# no ip domain-lookup
R2(config)# enable secret cisco123
R2(config)# line console 0
R2(config-line)# password cisco
R2(config-line)# login
R2(config-line)# exit
R2(config)# banner motd # Peringatan: Akses tidak sah dilarang! #
R2(config)# end

R2# clock set 08:00:00 18 July 2026

R2# configure terminal
R2(config)# interface FastEthernet0/0
R2(config-if)# ip address 10.0.0.2 255.255.255.252
R2(config-if)# no shutdown
R2(config-if)# exit

R2(config)# interface FastEthernet0/1
R2(config-if)# ip address 192.168.2.1 255.255.255.0
R2(config-if)# no shutdown
R2(config-if)# exit

R2(config)# end
R2# write memory

Verifikasi Konfigurasi

Setelah selesai konfigurasi di kedua router, lakukan verifikasi berikut di masing-masing router.

Cek konfigurasi lengkap:

R1# show running-config

Pastikan hostname, enable secret, banner, password console, dan IP address sudah muncul di output.

Cek status interface:

R1# show ip interface brief

Output yang diharapkan:

Interface              IP-Address      OK? Method Status                Protocol
FastEthernet0/0        192.168.1.1     YES manual up                    up
FastEthernet0/1        10.0.0.1        YES manual up                    up

Kedua interface harus up/up. Kalau masih administratively down, berarti no shutdown belum dijalankan.

Cek waktu:

R1# show clock
08:00:41.223 UTC Sat Jul 18 2026

Pengujian Konektivitas

Ping dari R1 ke R2:

R1# ping 10.0.0.2

Output berhasil:

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 10.0.0.2, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/2/4 ms
Tanda ! artinya ping berhasil. Tanda . artinya timeout (gagal). Kalau hasilnya !!!!! berarti koneksi antar router sudah berjalan normal.

Ping dari R2 ke R1:

R2# ping 10.0.0.1

Ping dari PC1 ke gateway (R1):

Di Cisco Packet Tracer, buka PC1 → Desktop → Command Prompt:

C:\> ping 192.168.1.1

Ringkasan Perintah Lab 3

Perintah Fungsi
erase startup-config Hapus konfigurasi tersimpan di NVRAM
reload Restart router
hostname [nama] Ganti nama router
no ip domain-lookup Matikan DNS lookup otomatis
enable secret [password] Set password Privileged EXEC (terenkripsi)
line console 0 Masuk ke konfigurasi console
password [password] Set password pada line
login Aktifkan permintaan password saat login
banner motd #[pesan]# Set pesan peringatan sebelum login
clock set [jam] [tgl] [bulan] [tahun] Set waktu router manual
interface [nama] Masuk ke konfigurasi interface
ip address [ip] [subnetmask] Pasang IP address di interface
no shutdown Aktifkan interface
write memory Simpan konfigurasi ke NVRAM

Penutup

Konfigurasi dasar ini adalah standar minimum yang harus ada di setiap router sebelum digunakan — baik di lab maupun di jaringan nyata. Hostname membantu identifikasi perangkat, password melindungi akses, banner memberikan peringatan, dan write memory memastikan konfigurasi tidak hilang saat router restart.

Ditulis oleh: khaiya