Pendahuluan
Setelah bisa mengakses MikroTik dan mengatur IP Address dasar (Lab 1), sekarang kita akan praktik skenario paling umum di dunia nyata: menjadikan MikroTik sebagai router gateway internet untuk jaringan lokal (LAN). Konsep ini sama seperti router yang dipakai ISP di rumah-rumah pelanggan — satu sisi menghadap internet (WAN), satu sisi menghadap jaringan lokal (LAN).
Pada lab ini kita akan belajar:
- Mendapatkan IP di sisi WAN otomatis lewat DHCP Client
- Mengatur IP statis di sisi LAN
- Mengaktifkan DHCP Server agar client di LAN otomatis dapat IP
- Konfigurasi NAT Masquerade agar client LAN bisa akses internet
Alat yang Dibutuhkan
- 1 unit MikroTik RouterOS/CHR (Router-Mikrotik) — router yang akan kita konfigurasi
- 1 unit PC/Client
- Aplikasi Winbox
- Sumber internet yang sudah tersedia DHCP Server di atasnya — bisa berupa:
- Jika praktik di GNS3: node Cloud, di-bridge ke NIC laptop/PC yang terhubung internet (WiFi/LAN)
- Jika praktik langsung (perangkat fisik): 1 kabel LAN dari port modem/router ISP atau switch existing yang sudah ada DHCP server aktif di jaringannya
Catatan penting: Kita tidak perlu mengonfigurasi apa pun di sisi ISP/Cloud tersebut — anggap saja itu sudah "siap pakai" dan otomatis akan memberi IP ke ether1 R1 begitu tersambung. Fokus lab ini murni di sisi konfigurasi Router-Mikrotik.
Topologi
- Router-Mikrotik ether1 (WAN): dapat IP otomatis dari sumber internet via DHCP Client — tidak perlu tahu detail ISP/Cloud-nya, cukup pastikan kabel/link tersambung
- Router-Mikrotik ether2 (LAN): 192.168.10.1/24 (statis) + DHCP Server aktif untuk PC-Client
- PC-Client: dapat IP otomatis dari Router-Mikrotik
Langkah Konfigurasi
1. Konfigurasi WAN di R1 — DHCP Client
Pastikan ether1 Router-Mikrotik sudah terhubung ke sumber internet (Cloud di GNS3, atau kabel dari modem/switch ISP).
Lewat CLI:
[admin@R1] > /ip dhcp-client add interface=ether1 disabled=no
Lewat Winbox (GUI):
Menu IP > DHCP Client, klik + (Add), pilih Interface ether1, klik Apply → OK.
DHCP Client di Winbox (menu IP > DHCP Client) menampilkan status "bound" dengan IP Address yang didapat otomatis dari sumber internet.
Verifikasi IP yang didapat:
[admin@R1] > /ip dhcp-client print
Kenapa penting: Status harusbound— artinya Router-Mikrotik berhasil dapat IP dari jaringan atas (ISP/Cloud). Kalau statusnyasearching, cek kembali koneksi kabel/link di ether1, atau pastikan di sisi Cloud (GNS3) sudah di-bridge ke interface yang benar dan ada DHCP server aktif di jaringan tersebut.
2. Konfigurasi LAN di Router-Mikrotik — IP Statis
Lewat CLI:
[admin@R1] > /ip address add address=192.168.10.1/24 interface=ether2
Verifikasi:
[admin@R1] > /ip address print
Tabel IP > Addresses pada Router-Mikrotik menampilkan dua entri: IP dinamis dari DHCP Client di ether1 dan IP statis 192.168.10.1/24 di ether2.
3. Mengaktifkan DHCP Server di LAN Router-Mikrotik
Agar PC-Client otomatis dapat IP dari Router-Mikrotik, aktifkan DHCP Server di ether2.
Lewat CLI (cara manual, step by step supaya paham konsepnya):
[admin@R1] > /ip pool add name=pool-lan ranges=192.168.10.10-192.168.10.100
[admin@R1] > /ip dhcp-server add name=dhcp-lan interface=ether2 address-pool=pool-lan
[admin@R1] > /ip dhcp-server network add address=192.168.10.0/24 gateway=192.168.10.1 dns-server=8.8.8.8
[admin@R1] > /ip dhcp-server enable dhcp-lan
Lewat Winbox (GUI, lebih cepat pakai wizard):
Menu IP > DHCP Server, klik DHCP Setup, pilih interface ether2, ikuti wizard (biasanya cukup klik Next sampai selesai karena Winbox otomatis mendeteksi network-nya).
DHCP Setup Wizard di Winbox, tahap pemilihan interface (ether2) untuk mengaktifkan DHCP Server di sisi LAN.
4. Konfigurasi NAT Masquerade
Tanpa NAT, PC-Client hanya bisa terhubung ke Router-Mikrotik, tapi tidak bisa keluar ke internet. NAT Masquerade berfungsi "menyamarkan" IP privat LAN menjadi IP WAN R1 saat keluar ke internet.
Lewat CLI:
[admin@R1] > /ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade
Lewat Winbox (GUI):
Menu IP > Firewall > NAT, klik + (Add):
- Tab General: Chain =
srcnat, Out. Interface =ether1 - Tab Action: Action =
masquerade
Klik Apply → OK.
NAT Rule di Winbox, tab General menampilkan Chain "srcnat" dan Out. Interface "ether1".
NAT Rule di Winbox, tab Action menampilkan Action "masquerade" yang sudah dipilih.
5. Verifikasi Akhir
Cek PC-Client sudah dapat IP dari Router-Mikrotik (harusnya di range 192.168.10.10–192.168.10.100).
Dari terminal Router-Mikrotik, uji ping ke internet untuk memastikan WAN hidup:
[admin@R1] > /ping 8.8.8.8
Dari PC-Client, uji ping ke 8.8.8.8 juga — ini membuktikan NAT bekerja, karena PC-Client (IP privat 192.168.10.x) berhasil menjangkau internet lewat R1.
Hasil ping dari PC-Client menuju 8.8.8.8 yang berhasil (reply diterima), membuktikan konfigurasi WAN, LAN, dan NAT Masquerade berjalan dengan baik.
Penutup
Pada lab ini kita berhasil menjadikan Router-Mikrotik sebagai router gateway internet: mendapat IP otomatis di sisi WAN dari sumber internet yang sudah tersedia, membagikan IP ke LAN via DHCP Server, dan menerapkan NAT Masquerade agar client LAN bisa menjangkau internet. Skenario ini adalah dasar dari hampir semua instalasi router MikroTik di lapangan — baik untuk rumahan, kantor, maupun perangkat ISP pelanggan.